29

Cerah

Minggu, 08 Maret 2026 10:00

Sukses Digelar! Bukber TDA Bengkulu dan Robbie Shugara Kupas Tuntas Strategi Mahasiswa Bangun Bisnis di Era Kemajuan AI
0 Likes
25 Views
Edukasi  Anak Muda

Sukses Digelar! Bukber TDA Bengkulu dan Robbie Shugara Kupas Tuntas Strategi Mahasiswa Bangun Bisnis di Era Kemajuan AI

Halo Adik sanak sahabat Cari Bengkulu! Menjelang waktu berbuka puasa pada Sabtu sore (07/03), suasana di Mie Bangladesh, kawasan Penurunan, Kota Bengkulu, terasa berbeda dari biasanya. Berbagai ide, antusiasme, dan semangat wirausaha berpadu dalam kehangatan acara "Buka Puasa Bersama X Sharing Session" yang diselenggarakan oleh Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Kota Bengkulu.

Mengusung tema "Membangun Bisnis Dari Bangku Kuliah", acara ini sukses menjadi wadah bagi para mahasiswa dan pemuda Bengkulu untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia pasca-kampus. Hadir sebagai pemateri utama adalah Robbie Shugara, S.T., Direktur Teknologi dan Inovasi PT Ascon Inovasi Data, Co-Founder OASEE, yang juga merupakan sosok kebanggaan kita bersama: Founder CariBengkulu.com.

Bagi Adik sanak yang belum berkesempatan hadir, berikut adalah rangkuman ilmu "daging" dan poin-poin penting dari materi luar biasa yang dibagikan dalam sharing session kemarin!

1. Realita Dunia Kerja: Lulus Kuliah Mau Jadi Apa?

Sesi dibuka dengan sebuah pertanyaan reflektif yang sering menjadi momok bagi mahasiswa tingkat akhir: "Setelah lulus, mau ke mana?". Di era modern ini, pilihan masa depan tidak lagi terpaku pada menjadi pekerja kantoran konvensional.

Peluang kini terbuka sangat lebar. Lulusan perguruan tinggi bisa memilih jalur karir, menjadi entrepreneur (pengusaha), freelancercontent creator, hingga akademisi. Namun, Robbie mengingatkan bahwa dunia kerja sedang mengalami transformasi besar-besaran. Perkembangan ranah Digital dan Artificial Intelligence (AI), dinamika ekonomi, tren kerja jarak jauh (remote working), hingga otomatisasi menuntut generasi muda untuk beradaptasi dengan cepat jika tidak ingin tertinggal.

2. Mengubah Mindset: Perbedaan Mendasar 'Jualan' vs 'Bisnis'

Banyak yang mengira bahwa berjualan itu sama dengan berbisnis. Padahal, secara esensi keduanya memiliki perbedaan yang sangat signifikan.

Secara sederhana, bisnis didefinisikan sebagai proses menciptakan sesuatu hal untuk menyelesaikan masalah orang lain, dan mendapatkan imbalan dari solusi tersebut. Dalam pemaparannya, Robbie memberikan perbandingan yang tajam:

  • Jualan: Fokusnya murni pada transaksi. Targetnya adalah mengejar angka harian dan lebih berorientasi pada jangka pendek.

  • Bisnis: Fokusnya adalah membangun sistem penjualan yang terus-menerus berjalan (sustainable). Di dalam bisnis, terdapat struktur yang jelas meliputi produk, pemasaran, operasional, dan pengelolaan keuangan untuk visi jangka panjang.

Untuk membangun bisnis yang kokoh, seorang wirausahawan harus memahami DNA Bisnis yang terdiri dari lima elemen kunci: Problem (masalah), Value (nilai tambah), Customer (target konsumen), Revenue (pendapatan), dan System (sistem).

3. Curhat Peserta: "Skill Masih Pemula, Bisakah Mulai Berbisnis?"

Salah satu momen paling interaktif dalam sesi ini adalah saat curah pendapat. Seorang peserta menyampaikan kegelisahannya: "Saya belum punya ide bisnis yang tepat karena merasa skill masih belum mumpuni. Bukannya tidak punya skill, tapi di setiap bidang itu saya masih berstatus beginner (pemula), belum sampai tahap expert atau profesional."

Menanggapi hal ini, Robbie Shugara memberikan pencerahan yang sangat memotivasi. Menurutnya, untuk menyelesaikan masalah orang lain, kita tidak harus menunggu menjadi ahli tingkat dewa.

"Cara terbaik untuk memulai bisnis adalah dengan memaksimalkan skill yang sudah dimiliki saat ini," pesannya. Mahasiswa bisa mulai dengan mencari masalah di lingkungan sekitarnya, lalu mengambil proyek-proyek berskala kecil terlebih dahulu. Dari sana, perlahan bangun portofolio dan yang terpenting: bangun jaringan (networking) sejak masih duduk di bangku kuliah.

Ciri orang yang siap berbisnis bukanlah mereka yang memiliki skill paling sempurna, melainkan mereka yang:

  1. Peka terhadap masalah di sekitarnya.

  2. Berani mencoba dan tidak gengsi memulai dari skala kecil.

  3. Mau terus belajar dan tidak takut gagal.

  4. Aktif membangun relasi.

4. Ditutup dengan Kehangatan Bukber dan Berbagi Merchandise

Setelah sesi diskusi yang intens dan membuka wawasan, acara dilanjutkan dengan momen puncak yaitu buka puasa bersama. Suasana yang tadinya serius mendadak berubah menjadi hangat dan penuh kekeluargaan. Para peserta dari berbagai kampus di Bengkulu saling berbaur dan berdiskusi ringan sembari menyantap hidangan spesial.

Keseruan acara ditutup dengan sesi pembagian merchandise menarik dari pihak panitia. Acara ini sukses menjadi pemantik nyata agar anak muda Bengkulu berani mengambil langkah pertama mereka di dunia bisnis, meski dimulai dari bangku kuliah.

Label Postingan
Kategori Lainnya
Edukasi Lainnya
Sektor Lainnya
0 Comments