22

Berawan

Sabtu, 31 Januari 2026 04:00

Eksklusif! Nasywa Dwiammara 'Clash of Champions' Pulang Kampung Secara Virtual, Bakar Semangat Pemuda Bengkulu di RYC 3
0 Likes
382 Views
Edukasi  Pendidikan

Eksklusif! Nasywa Dwiammara 'Clash of Champions' Pulang Kampung Secara Virtual, Bakar Semangat Pemuda Bengkulu di RYC 3

Penulis: Tim Redaksi CariBengkulu.com Kategori: Inspirasi / Pendidikan / Bengkulu Muda

Bengkulu, CariBengkulu.com – "Bengkulu bukan batasan, ia adalah titik lepas landas." Kalimat ini mungkin terdengar klise bagi sebagian orang, namun menjadi sangat bertenaga ketika diucapkan dan dibuktikan langsung oleh sosok yang telah menaklukkan panggung nasional.

Adik sanak sahabat Cari Bengkulu, suasana penuh energi positif baru saja menyelimuti ruang virtual Zoom Meeting pada Senin (29/12/2025) kemarin. Forum Indonesia Muda (FIM) Bengkulu sukses menggelar "Inspire Session" sebagai gerbang pembuka (onboarding) bagi rangkaian kegiatan Rafflesia Youth Camp (RYC) ke-3.


Meski digelar secara daring, antusiasme puluhan pemuda-pemudi terpilih dari berbagai pelosok Bumi Rafflesia terasa begitu nyata. Sorotan utama tentu saja tertuju pada kehadiran putri daerah kebanggaan kita, Nasywa Dwiammara, finalis ajang bergengsi Clash of Champions Ruangguru.

Narasi Keberanian dari Sang Juara

Nasywa, mahasiswi Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan capaian akademik gemilang (GPA 3,78/4,00), hadir bukan sekadar untuk memamerkan deretan prestasi. Dalam sesi talkshow tersebut, ia justru banyak berbicara soal "sisi manusiawi" dari sebuah perjuangan: rasa takut dan keberanian untuk memulai.

Bagi banyak anak muda di daerah, seringkali ada tembok mental bernama inferiority complex rasa minder karena merasa berasal dari kota kecil. Nasywa mematahkan stigma itu. Ia menegaskan bahwa kapasitas intelektual dan mental anak Bengkulu tidak kalah saing dengan mereka yang tumbuh di kota-kota metropolitan.

"Jangan kalah oleh rasa takut. Saat kamu berani mulai, ada dua kemungkinan: berhasil atau gagal. Tapi jika kamu memilih diam, hanya ada satu kemungkinan: kegagalan," ujar Nasywa dengan lugas.

Kutipan ini menjadi tamparan halus sekaligus penyemangat bagi peserta RYC 3. Nasywa menekankan bahwa diam di tempat karena takut mencoba adalah satu-satunya jaminan kegagalan yang sejati. Kehadirannya menjadi validasi bahwa anak Bengkulu bisa berdiri sejajar, bersinar, dan tetap memegang teguh nilai-nilai luhur daerah.

Kolaborasi Inspirasi: Dari Aktivis Sosial hingga Duta UI

Inspire Session RYC 3 tidak hanya menjadi panggung tunggal. Forum ini diramu menjadi sebuah orkestra inspirasi dengan menghadirkan dua figur muda hebat lainnya yang juga berdarah Bengkulu.


Ada Dela Novita Sari, Founder Happy Place Indonesia. Dela membawa perspektif yang sangat dibutuhkan generasi Z saat ini: ketangguhan mental. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan instan itu mitos. Di balik setiap pencapaian, ada keringat dan air mata yang tak terlihat di layar kaca.

"Bukan berarti anak daerah tidak punya kapasitas. Jika kamu put a lot of effort (berusaha keras), kamu pasti bisa. Kesalahan dan kegagalan adalah sebuah proses yang membangun," tutur Dela, memberikan penguatan bahwa kegagalan adalah "bumbu" wajib dalam resep kesuksesan.


Di sisi lain, hadir pula Muhammad Sami Arkan, Duta Universitas Indonesia 2025 yang juga merupakan alumni RYC angkatan pertama. Sami adalah bukti hidup dari proses kaderisasi yang dilakukan FIM Bengkulu. Dari peserta, tumbuh menjadi pemimpin, dan kini kembali untuk menginspirasi.

"Untuk menjadi sebuah representasi, kamu harus mulai dari diri sendiri. Selalu ingat tujuan awal kamu berprestasi, dan jadikan itu motivasi," pesan Sami. Ia mengajak peserta untuk meluruskan niat: berprestasi bukan untuk validasi orang lain semata, tapi sebagai amanah untuk memberi dampak.

RYC 3: Lebih Dari Sekadar Berjejaring

Kegiatan onboarding yang dipandu oleh moderator M. Fadli Akbar ini menjadi langkah awal yang krusial bagi peserta Rafflesia Youth Camp 3. FIM Bengkulu tidak hanya ingin mencetak pemuda yang pandai bicara, tetapi pemuda yang memiliki visi, mental baja, dan siap berkolaborasi.

Melalui Inspire Session ini, terlihat jelas komitmen FIM Bengkulu untuk mengangkat "Mutiara Terpendam". Banyak putra-putri daerah yang memiliki potensi level nasional namun luput dari radar. Panggung RYC hadir untuk memastikan potensi-potensi ini terasah dan terhubung satu sama lain.

Bagi adik sanak sahabat Cari Bengkulu, kisah Nasywa, Dela, dan Sami adalah pengingat bahwa masa depan Bengkulu ada di tangan anak mudanya yang berani bermimpi dan beraksi.

Tahun 2025 hampir berakhir, namun semangat para pemuda ini baru saja dimulai. Mari kita nantikan gebrakan apa yang akan dibawa oleh para peserta RYC 3 untuk kemajuan Provinsi Bengkulu tercinta.

Mudo Bengkulu, Mengudara di Bumi Rafflesia!


#CariBengkulu #NasywaDwiammara #ClashOfChampions #RYC3 #FIMBengkulu #AnakMudaBengkulu

Label Postingan
Kategori Lainnya
Edukasi Lainnya
Sektor Lainnya
0 Comments