BENGKULU, CARIBENGKULU.COM– Halo, Adik sanak sahabat cari bengkulu! Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, pergerakan harga barang dan jasa di Provinsi Bengkulu mulai menunjukkan tren peningkatan yang patut diwaspadai. Kenaikan harga kebutuhan pokok dan jasa tentu menjadi perhatian utama bagi masyarakat, terutama bagi keluarga yang sedang bersiap mengatur anggaran pengeluaran ekstra untuk kebutuhan bulan puasa.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2026, tingkat inflasi di wilayah Provinsi Bengkulu pada periode Februari 2026 tercatat mencapai 3,74 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y). Kenaikan ini terjadi di tengah fase normalisasi harga sekaligus adanya lonjakan permintaan masyarakat yang merupakan siklus tahunan menjelang datangnya bulan Ramadhan.
Tarif Listrik Menjadi Beban Tertinggi
Menariknya, penyumbang terbesar inflasi tahunan di Bengkulu pada Februari 2026 ini tidak didominasi oleh sektor sembako. Berdasarkan catatan statistik, tarif listrik justru menduduki posisi pertama sebagai pemicu utama tingginya inflasi tahunan.
Naiknya komponen biaya energi ini memberikan efek berantai yang cukup signifikan. Tidak hanya menambah beban pengeluaran rumah tangga sehari-hari, penyesuaian tarif listrik juga berdampak langsung pada peningkatan biaya operasional sektor usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM) yang tersebar di berbagai wilayah Bengkulu. Masyarakat pun kini dituntut untuk lebih cermat dan hemat dalam mengelola pemakaian energi di rumah.
Komoditas Pangan dan Angkutan Udara Ikut Menyumbang Tekanan
Sementara itu, jika menilik data spesifik untuk Kota Bengkulu, inflasi secara bulanan atau month-to-month (m-to-m) berada di angka 0,60 persen. Pada indikator bulanan ini, kelompok komoditas pangan segar mulai menunjukkan taringnya sebagai penyumbang andil inflasi yang dominan.
Beberapa komoditas yang mengalami lonjakan harga yang signifikan antara lain:
Cabai Merah: Permintaan yang melonjak tajam jelang puasa membuat harga komoditas ini pedas di kantong, terlebih jika pasokan dari petani lokal belum optimal.
Daging Ayam Ras: Kebutuhan protein hewani yang meningkat tajam untuk persiapan sahur dan berbuka memicu kenaikan harga secara merata di berbagai pasar tradisional.
Tomat: Kondisi cuaca dan rantai distribusi yang panjang turut mengerek harga tomat di pasaran.
Angkutan Udara: Mulai meningkatnya mobilitas masyarakat yang merencanakan perjalanan mudik lebih awal atau urusan dinas turut menyumbang tekanan inflasi dari sektor transportasi.
Langkah Cepat Pemprov Bengkulu: Mitigasi Lewat Pasar Murah
Merespons kondisi inflasi yang mencapai 3,74 persen tersebut, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Sebagai bentuk kehadiran dan upaya nyata dalam menjaga stabilitas ekonomi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu secara proaktif melakukan langkah-langkah mitigasi inflasi.
Salah satu program andalan yang kini tengah digencarkan adalah penyelenggaraan Pasar Murah. Program ini digelar di berbagai titik strategis yang mudah dijangkau oleh masyarakat luas. Melalui pasar murah, pemerintah berupaya memotong rantai distribusi yang panjang, sehingga masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok—seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur—dengan harga yang lebih terjangkau dan berada di bawah harga eceran pasar.
Langkah intervensi ini diharapkan mampu meredam gejolak harga pangan yang kerap menjadi liar menjelang dan selama bulan puasa. Sinergi antara pemerintah daerah, distributor, dan keikutsertaan masyarakat sangat diperlukan agar daya beli tetap terjaga.
Bagi Adik sanak sahabat cari bengkulu, mari manfaatkan program pasar murah dari pemerintah ini dengan sebaik-baiknya. Susunlah rencana belanja keluarga sedini mungkin, berbelanjalah sesuai kebutuhan, dan hindari kebiasaan memborong barang (panic buying) agar stok barang di pasaran tetap aman dan harga tidak kembali melonjak tinggi.



0 Comments