25

Hujan Ringan

Kamis, 25 Juni 2026 18:00

Semarak Malam Puncak Festival Tabut 2026: Lautan Manusia, Cahaya Tabut Besanding, dan Geliat Ekonomi Bengkulu
0 Likes
18 Views
Berita  Sejarah

Semarak Malam Puncak Festival Tabut 2026: Lautan Manusia, Cahaya Tabut Besanding, dan Geliat Ekonomi Bengkulu

Halo Adik sanak sahabat cari bengkulu ! Ada yang ikut berdesakan di kawasan Sport Center Pantai Panjang pada Rabu malam (24/6/2026) lalu? Jika iya, Anda adalah bagian dari sejarah pecahnya rekor kunjungan dalam perayaan budaya terbesar di Bumi Rafflesia tahun ini.

Rangkaian acara Semarak Muharram Bengkulu akhirnya mencapai puncaknya. Festival Tabut 2026 resmi ditutup dengan kemeriahan yang luar biasa, menyisakan cerita tentang kebanggaan budaya, pesona pariwisata, hingga berkah ekonomi bagi masyarakat lokal.

Mari kita ulas kembali momen-momen epik dari malam penutupan ajang bergengsi ini, khusus untuk Adik sanak sahabat cari bengkulu.

Lautan Manusia di Malam Tabut Besanding

Sejak sore hari, kawasan Sport Center Pantai Panjang dan Jalan Pariwisata sudah disesaki oleh ribuan warga. Antusiasme masyarakat yang membludak ini bahkan menciptakan kemacetan di beberapa titik, mulai dari kawasan Bencoolen Mall hingga pusat pelaksanaan festival.

Daya tarik utama pada malam puncak ini adalah prosesi Tabut Besanding atau Arak Gedang. Setelah sebelumnya melalui tahapan sakral Tabut Naik Pangkek di kawasan Pasar Melintang, belasan bangunan kriya Tabut dengan lampu warna-warni akhirnya disandingkan di Simpang Tugu Dol.

Pemandangan ini sungguh magis. Tradisi yang dijaga oleh 17 kelompok Tabut sakral—terdiri dari 9 kelompok Tabut Imam dan 8 kelompok Tabut Bangsal—ini menjadi representasi kejayaan Islam sekaligus penghormatan atas perjuangan Husein bin Ali. Jika di masa lampau Tabut langsung dibawa pulang setelah prosesi, kini Tabut dibiarkan bersanding lebih lama di lokasi festival agar masyarakat bisa mengabadikan momen dan berfoto.

Capaian Fantastis: Tembus 250 Ribu Pengunjung!

Keberhasilan Festival Tabut 2026 tidak hanya terlihat dari meriahnya acara, tetapi juga dari data statistik yang mencengangkan. Berikut adalah beberapa catatan rekor yang berhasil ditorehkan selama sepuluh hari pelaksanaan (16-25 Juni 2026):

  • Lonjakan Pengunjung: Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung mencapai hampir 250 ribu orang, jauh melampaui target awal yang hanya dipatok di angka 150 hingga 200 ribu kunjungan.

  • Perputaran Uang yang Masif: Rata-rata pengeluaran pengunjung berkisar antara Rp15.000 hingga Rp300.000 per orang. Estimasi total perputaran uang mencapai lebih dari Rp20 Miliar, menyasar sektor kuliner, suvenir, perhotelan, hingga jasa transportasi.

  • Dukungan UMKM: Tersedia 23 stan gratis melalui program "Bantu Rakyat", memberikan panggung bagi pelaku usaha kecil untuk meraup untung tanpa beban biaya sewa.

  • Prestasi Nasional: Konsistensi Bengkulu membuahkan hasil manis. Festival Tabut kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 dari Kementerian Pariwisata RI untuk yang keenam kalinya.

Pangkopassus Terpukau oleh Gemuruh Musik Dol

Malam penutupan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting tingkat nasional. Hadir di deretan tamu kehormatan antara lain Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Kepala Bakamla Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah, hingga Staf Khusus Kemenpar Apni Jaya Putra. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi.

Satu momen yang paling mencuri perhatian adalah kehadiran Letjen TNI Djon Afriandi. Sang Jenderal bintang tiga yang baru saja menerima gelar kehormatan Panglima Raja dari BMA Provinsi Bengkulu ini tampil menawan berbalut pakaian putih suci lengkap dengan kbek palak dan sarung adat.

Jiwa komandonya tampak bergetar saat dentuman magis perkusi Dol mulai bertalu, mengiringi kelihaian penari kreasi lokal. Sang Panglima tak henti-hentinya memberikan tepuk tangan, larut dalam keagungan budaya tanah leluhurnya.

Evaluasi dan Harapan ke Depan

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, saat menutup acara secara resmi, menegaskan bahwa Festival Tabut adalah wajah dan kebanggaan Bengkulu.

“Tabut adalah kebanggaan Bengkulu. Melalui festival ini kita menjaga warisan budaya leluhur sekaligus menggerakkan sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi masyarakat,” ujar Helmi Hasan.

Di balik kesuksesan besar ini, Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu juga menyadari adanya beberapa catatan evaluasi. Kepadatan arus pengunjung dan aksi desak-desakan, terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak, menjadi PR besar untuk pengelolaan arus massa (crowd control) di tahun mendatang.

Bagi Adik sanak sahabat cari bengkulu, Festival Tabut membuktikan bahwa tradisi lokal yang dikemas secara profesional mampu menjadi magnet pariwisata dan roda penggerak ekonomi yang luar biasa. Sampai jumpa di Semarak Muharram Bengkulu tahun depan! Terus lestarikan budaya kita, dan jadikan Bengkulu semakin dikenal dunia.

source foto : mediacenter_kotabengkulu

<!---->
Label Postingan
Kategori Lainnya
Berita Lainnya
Sektor Lainnya
0 Comments